17 March 2013

What I Think About Japanese Movie "Rebirth" 2011



       Pernahkah kalian pernah merasa bahwa kalian hanyalah seorang anak yang kesepian tanpa ada orang yang akan memikirkan kalian ? Atau mengkhawatirkan anda ?
Tetapi pernahkah anda memikirkan orang tersebut ? Padahal mereka sangat peduli terhadapmu, TETAPI dia bukan keluarga kita. Betul ketika seseorang itu salah dan mengakui kesalahannya…. Dan kesalahannya hanya bahwa dia ingin menjadi seorang ibu yang mengharapkan memiliki seorang anak. Ya, seorang anak. Aneh bukan ? Mungkin sebagian orang hanya beranggapan ini adalah sesuatu yang tak masuk akal dan bodoh. Tetapi orang itu memiliki mimpi itu adalah semata karena dia tidak bisa memiliki anak dari orang yang dia cintai. Karena orang yang dia cintai telah memiliki kehidupan yang normal serta pasangan hidup dengan ikatan pernikahan.

        Akhirnya suatu ketika datanglah kesempatan ketika dia sangat penasaran tentang kehidupan lelaki yang dicintainya itu yang baru saja berbahagia dengan kehadiran seorang putri. BETAPA dia sangat iri dan terbesit untuk memeluk anak dari lelaki itu dengan istri sahnya walau hanya sekali. Akhirnya diapun memberanikan diri untuk masuk dan melihat anak itu ketika kedua orangtuanya sedang bekerja dipagi hari. Akan tetapi keinginannya untuk memiliki anak itu menjadi besar dan tak terbendung (mengingat dia sudah tidak bisa lagi memiliki seorang anak karena dia telah aborsi sehingga tak dapat hamil lagi). Dengan segenap kemampuan dia menahan hasratnya itu, akan tetapi hatinya berkata lain. AKHIRNYA, dengan rasa gugup tak terbendung, diapun menculik dan mengambil anak tadi ditengah hujan deras dia memeluk anak itu dengan eratnya.

      Dan setelah itu, dibawanya anak itu lari ke kota lain tepatnya di Osaka. Dengan bingung dan hanya membawa peralatan dan persiapan seadanya, ketika tiba dihotel tempatnya menginap anak tersebut menangis dengan kencangnya. Diapun membuatkan susu di botol lalu mencoba meminumkannya kepada anak yang diberinya nama “Kaoru” itu. Akan tetapi Kaoru bayi masih juga menagis hingga akhirnya dia mencoba untuk member Kaoru ASI darinya. Tetapi, lagi – lagi Kaoru tidak mau dan terus menangis. Lalu, diapun menangis dan memeluk Kaoru dengan berlinang airmata sambil mencoba menangkan kaoru kecil.
Ketika keesokan harinya, ketika sedang duduk dikursi dipinggir jalan di kota Osaka, dia ditegur oleh seorang wanita dari Yayasan “House Of Angel” yang kebetulan sedang melaksanakan Kegiatan yang baru saja selesai. Akhirnya karena dia tidak memiliki tempat tinggal, dia memilih tinggal bersama pengurus dan anggota “House Of Angel” yang merupakan tempat tinggal HANYA bagi PEREMPUAN. Akhirnya, ditempat tinggalnya itu dia diterima dan menjadi salah satu anggota “House Of Angel” yang menghindari berbagai kemunikasi dan interaksi apapun dengan dunia luar terutama dengan Lawan Jenis (Laki-laki) karena bagi mereka laki-laki hanya seorang yang malas dan kerapkali memukul dan menyiksa kaum perempuan. Awalnya, perempuan ini merasa ada kedamaian dalam tempat tinggalnya itu dengan berbagai kegiatan yang dilakukan seperti memasak, menyapu, menge-pel,  dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya…. Akan tetapi, pada akhirnya ketika suatu saat dia merasa sudah cukup memberikan perawatan ke Anak tersebut dia menyatakan keinginannya untuk merawat secara mandiri di luar “House Of Angel” kepada ketua pendiri tersebut. Akan tetapi bahkan ketua tersebut melarang bahkan menghalang-halanginya. Akhirnya diapun melarikan diri secara diam – diam dengan Kaoru kecil. Dan akhirnya setelah dia keluar, memutuskan membesarkannya di suatu pulau tempat yang disarankan oleh salah seorang temannya yang memiliki orang tua dipulau tersebut. Akhirnya diapun memberanikan diri untuk menyampaikan keinginannya kepada orangtua temannya itu untuk dapat bekerja dipabrik milik orangtua temannya itu. Awalnya orangtua tersebut memohon maaf karena dipabriknya sudah memiliki karyawan yang cukup untuk menjalankan bisnisnya. Tetapi orangtua temannya itu memberikannya sebuah rumah untuk ditinggali sementara disamping rumah selagi dia mencari pekerjaan.  Dan akhirnya tinggallah ia di rumah tersebut dan keesokan harinya ia dikenalkan dengan kolega orangtua temannya yang memiliki pabrik mie dipulau tersebut, dan akhirnya dia bekerja ditempat tersebut dan membesarkan Kaoru dengan bahagia dan membuat banyak hal yang sangat menyenangkan.

          Dan akhirnya dia tinggal dengan kaoru di pulau itu dengan baik dan bergaul dengan banyak orang dan dia memiliki tetangga yang juga memiliki anak yang umurnya tidak jauh berbeda dengan Kaoru. Kaorupun sangat menikmati bermain dan bergaul dengan teman – temannya tersebut.
Dan ketika sedang makan bersama dengan Kaoru disela – sela pekerjaannya dia bercakap – cakap dengan kaoru tentang Laki – Laki karena Kaoru hanya pernah melihat laki - laki difoto saja ketika berada di “House Of Angel”, dan yang berkesan adalah ketika ia berkata,

“Suatu hari nanti Kaoru ketika kaoru sudah tumbuh dewasa akan merasa ingin menikah dengan seseorang maka itu adalah laki – laki”

“Apakah ibu adalah laki – laki ?” Jawab Kaoru Polos

“Tentu saja bukan, ibu adalah perempuan begitupula dengan Kaoru.”

“Tapi, saya ingin menikah dengan ibu. Agar ibu tidak bekerja terlalu keras lagi”

“Apakah Pak sawada yang memberitahumu hal itu ?” Dan Kaorupun mengangguk.

“Kaoru, suatu hari nanti ketika kamu akan jatuh cinta dengan laki – laki yang bertanggung jawab, dan kamu akan mengikutinya tinggal serumah dengannya”

“Gak mau. Kaoru tidak akan pergi kemana – mana. Kaoru akan selalu berada disamping mama”
Dan akhirnya diapun tersenyum simpul dan terharu.

        Dan suatu hari ada festival obor yang biasanya dilakukan dikuil gunung didesa tersebut. Dan kaoru dan ibu(penculik)nya mengikuti Festival tersebut. Dengan bahagia mereka menapaki gunung menuju kekuil yang dituju. Akhirnya ketika sudah sampai dikuil dan menyalakan obor, Kaoru dan dirinya memegang obor yang sudah dinyalakan dan dibawa bersama menuruni bukit. Dan ketika diperjalanan turun, dia berhenti sejenak dan berkata,

“Lihat Kaoru, cantik bukan ?”

“Ehm!!” Angguk Kaoru.

        Karena banyaknya orang yang menuruni bukit dengan obor menyala terlihat seperti lampu yang sangat indah dari atas bukit. Dan dalam festival tahunan ini banyak sekali wartawan local yang meliput. Dan ibu(Penculik)nya inipun sadar, tak seharusnya dia membawa Kaoru di festival ini, karena akan dicurigai tempat persembunyiannya dan akan menjadi sangat berbahaya baginya dan kaoru. Dan benar saja. Fotonya yang sedang menikmati indahnya pemandangan masuk kedalam Media Cetak Harian nasional keesokan harinya.

       Sampai akhirnya, setelah festival itu berakhir dia merasa kurang nyaman lagi dan memutuskan untuk berpindah tempat. Akan tetapi Kaoru kecil yang sudah merasa nyaman dengan kehidupannya di pulau tersebut menolak untuk pergi dari pulau itu. Akan tetapi dia berhasil membujuk Kaoru kecil untuk ikut dengan berjanji untuk berfoto bersama di studio foto jika dia mau ikut pergi. Dan dengan wajah berlinang dia membawa Kaoru kecil berfoto bersama dan pergi ke Pelabuhan. Yang paling mengharukan adalah ketika difoto Kaoru yang pemalu agak menundukkan wajahnya, sampai akhirnya dengan malunya dia menatap kamera dan ternyata wajah ibu(penculik)nya itu sedang menahan tangis dan berlinang airmata kebahagiaan dan keharuan.    

      Dan ternyata benar saja, foto yang diambil dalam Studio Foto itu merupakan kenang – kenangan terakhirnya untuk Kaoru Kecil. Karena ketika sudah didepan gerbang Pelabuhan dia melihat Kedua orangtua kandung dan beberapa orang yang terlihat seperti polisi berpakaian mantel dan jas. Akhirnya diapun mengajak Kaoru berbelanja bekal di swalayan depan pelabuhan. Dan ketika akan menyebrang, dia berada disudut jalan menyuruh Kaoru untuk lebih dahulu menyebrang dan menunggunya di sebrang jalan. Dan ketika Kaoru sudah menyebrang dia berteriak,

“Anak itu belum makan dari tadi sore”

       Dan Kaorupun akhirnya dibawa kedua orangtua kandungnya, dan diapun menyerahkan diri kepada polisi.
        Setelah Kaoru kecil sudah dewasa karena intrik keluarga kandung (terutama dengan ibu) karena dia tidak mengingat ibunya itu sebagai “ibu”nya diapun hidup terpisah ketika dia kuliah dan dia memenuhi kebutuhan sehari – harinya dengan bekerja paruh waktu. Dan dia menjalin kasih dengan seorang pria yang sudah berkeluarga. Dan dia juga didatangi oleh teman lamanya yang juga dibesarkan di “House Of Angel” yang dimana temannya itu tidak memiliki mental yang cukup untuk berhubungan dengan laki – laki dalam berbagai hal. Dan dia(Kaoru) hidup dengan hati hampa dan penuh dengan kemarahan dan dendam dengan ibu kandung dan ibu tirinya. Hingga akhirnya dia diajak berjalan dengan temannya itu ke tempat bersejarah untuk Kaoru seperti, “House OF Angel”, dan pulau tempat Kaoru waktu kecil diasuh oleh Ibu (Penculik)nya. Dan ketika berada dipulau itu dia berlinang airmata. Hingga ia teringat bahwa fotonya ketika kecil dengan ibu(penculik)nya belum diambil di Studio foto di pulau tersebut. Akhirnya dia mendatangi Studio Foto tersebut dan melihat hasil fotonya bersama ibu(penculik)nya.

       BETAPA terharunya dia melihat didalam foto itu, ibu(penculik)nya itu tersenyum dengan mata berlinang dan dirinya yang malu – malu tersenyum simpul difoto itu. Dan dia akhirnya menangis sambil berlari keluar. Dan ketika diluar dia menangis dengan penuh penyesalan dan terisak – isak sambil berkata,
“AKU akan hidup dengan baik, dan AKU akan membahagiakan dia dan tidak akan mengecewakan dia. Dan agar DIA tidak mengkhawatirkanku lagi” sambil  dia ditenangkan oleh temannya.

TAMAT
***

Yah, begitulah kehidupan terkadang kata orang, Orang Asing seperti keluarga sendiri, Keluarga sendiri seperti Orang Asing. Dimana dia benar – benar merasakan kasih sayang oleh penculiknya yang menculiknya karena penculiknya tidak bisa memiliki anak dan terlebih penculiknya adalah selingkuhan ayahnya sendiri. Dan dimana jujur sekali penculiknya ketika dipengadilan pada waktu awal film berkata,
“Aku hanya ingin menjadi seorang ibu dan ternyata harapanku kepada hal itu terlalu besar”
Secara pribadi saya mengapresiasi film ini. Dan saya harap teman – teman sekalian dapat mengambil pelajaran dari film ini. Banyak film berkualitas dengan pelajaran luar biasa yang bisa memperkaya diri kita dengan nilai – nilai yang meningkatkan pribadi kita.
Mari sama – sama bijak dalam memilih tontonan dan belajar memfilter film untuk kebaikan pribadi dan masyarakat Indonesia. Harapan terakhir saya jelas, “Semoga warga film Indonesia dapat membuat karya yang membangun seperti film ini”

“Mom, it’s not about Bearing. But, it’s about Love, Care, Full Fill, Understanding, Grown Up them, and with HEART”